Ingatkah kamu bahwa kamu dan aku pertama kali bertemu di sudut kampus?
because there are innumerable stories in life, untold....
Ingatkah kamu bahwa kamu dan aku pertama kali bertemu di sudut kampus?
Ini adalah sebuah cerita tentang seorang perempuan yang belum bisa melupakan mantan kekasihnya.
Seorang perempuan muda berusia awal 21 tahun masih terjebak di antara keinginan untuk mulai mencari seseorang lelaki yang baru dan perasaan cinta-rindu-sakit hati-benci yang masih tertinggal untuk si mantan pacar. Benak dan hatinya berpikir akan dua hal yang berbeda di waktu yang bersamaan dan menolak untuk bekerja sama.
Perempuan tersebut tahu bahwa ia hanya membuang-buang waktu dengan bermain-main pada labirin yang ia buat sendiri. Ia sendiri membenci dirinya sendiri karena begitu bodoh dan tetap saja lebih memilih takluk kepada kehendak hati daripada pikiran yang logis.
Suatu malam, sang perempuan tersebut terkejut karena tiba-tiba benak dan hatinya menyuarakan hal yang sama: setahun telah berlalu.....
Perempuan muda tersebut tersentak oleh kenyataan yang datang dengan cepatnya, menyerbunya dengan kenangan-kenangan kehidupannya sebelum ini. Seakan ada jam pasir yang memaksanya untuk kembali melewati malam-malam yang sepi dan tanpa tidur. Ia mengingat saat-saat ia menangis karena hatinya terasa sakit.
Lalu ia berpikir dan mengerti bahwa pada masa-masa itu ia bukannya tidak hidup. Ia menjalani kehidupan normal seperti biasa. Ia juga tidaklah lupa akan kehadiran orang-orang terdekat yang baik hati untuk menghibur, menyemangati, dan menjadi temannya bercerita. Ia mengingat bagaimana saat menjalani kehidupannya dengan hati yang masih sakit.
Ia sadar bahwa hatinya mungkin akan membawakannya perasaan yang kurang menyenangkan, tapi pikiran akan membantunya untuk mengatasi perasaan itu dan menjalani hidupnya dengan cara-cara terbaik yang ia bisa. Ia pun mengambil keputusan untuk memulai lagi kehidupannya dengan lembaran yang baru. Cinta yang lama pun lambat laun akan pudar seiring waktu dan akan timbul cinta yang baru.
Maka, sang perempuan muda lalu mengambil pena dan kertas. Ia memutuskan untuk memuat surat kepada mantan kekasihnya dan memberitahukan seluruh perasaan yang telah membuat hatinya menjadi berat selama ini. Ia menulis dan terus menulis hingga hatinya terasa lebih ringan. Ia membaca kembali suratnya dan berkata kepada dirinya sendiri: Inilah yang seharusnya aku lakukan sejak dulu.
Ia memasukkan suratnya ke dalam amplop, menuliskan alamat yang dituju, menempelkan perangko, dan bergegas keluar rumah untuk mengirimkan suratnya. Kemudian, ia teringat akan satu hal. Berbalik ke kamar, ia mengambil gantungan kunci berbentuk hati dengan nama mereka berdua tertera di atasnya - benda kenangan terakhir yang masih ia simpan. Kakinya melangkah pasti ke pintu depan, meneruskan langkah terakhir untuk terlepas dari labirin masa lalu. Sambil tersenyum, ia membuang gantungan kunci tersebut. Life keeps on turning, begitu katanya pada diri sendiri.